KETUA DEWAN KERAJINAN NASIONAL DAERAH (DEKRANASDA) PROVINSI JAMBI, HJ. SHERRIN THARIA ZOLA MENGEMUKAKAN BAHWA KUALITAS DAN PANGSA PASAR BUSANA YANG TERBUAT DARI KAIN JAMBI TERUS DITINGKATKAN.
13 2017

Hal itu dinyatakan oleh Sherrin Tharia usai Pembukaan Indonesia Fashion Week 2017, bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (1/2).

Sherrin Tharia  mengatakan, untuk meningkatkan kualitas dan pangsa pasar busana kain Jambi, pengrajin harus dibina secara berkelanjutan, terutama para pengrajin kecil.

Untuk itu, lanjut Sherrin Tharia, Dekranasda Provinsi Jambi akan bersinergi dengan Dekranasda Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi untuk berupaya merangkul dan lebih mengintenskan lagi pemberian pelatihan kepada para pengrajin, serta berusaha bekerja sama dengan seluruh pihak terkait.

“Saya mengharapkan para pengrajin bisa teredukasi, sehingga bisa memanfaatkan ilmu-ilmu yang sudah diberikan,” ujar Sherrin Tharia.

Dalam pengembangan busana kain Jambi, Sherrin menyatakan bahwa khasanah budaya Provinsi Jambi terus digali, diekspolore, dengan tujuan untuk melestarikan budaya Jambi dan untuk mengembangkan ekonomi kemasyarakatan, salah satunya dengan memopulerkan tanjak, kain yang dikenakan di kepala yang digunakan oleh kaum adam yang merupakan budaya Jambi.

“Busana dari kain Jambi step by step kita perkenalkan, termasuk tanjak Jambi dan dikerjakan secara detail, kalau tidak detail nanti kesanya asal-asalan, pelan-pelan kita kerjakaanya, nanti kalau terburu-buru kesannya mubazir. Tidak hanya itu, kedepannya secara bertahap, batik dan songket Jambi juga kita perkenalkan, direncanakan  Maret 2017 nanti ada acara untuk memperkenalkan kearifan lokal budaya Jambi. Ini harus terus-menenerus, jangan cepat bosan, harus ada variasi batik dan songket Jambi,” jelas Sherrin Tharia.

Selain itu, Sherrin Tharia juga menghimbau masyarakat untuk melestarikan kearifan lokal Jambi yang ada di Provinsi Jambi.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto menyampaikan, Indonesia Fashion Week ini merupakan yang ke-6, yang diselenggarakan sejak tahun 2012, dengan tujuan untuk meningkatkan usaha-usaha kecil di bidang  busana dan batik supaya terus berkembang.

Airlangga Hartarto menyampaikan, nilai ekspor busana Indonesia ke luar negeri sudah mencapai 12 milyar Dolar AS.

“Ada faktor kreatifitas yang tinggi terkait dengan wiraswasta kita di tanah air, dan pemerintah akan terus mensupport bidang fesyen ini karena menyerap tenaga kerja yang begitu banyak, produk busana inilah yang didorong agar mempunyai pasar yang kuat, termasuk dengan terus mendorong desainer-desainer Indonesia,” tutur Airlangga Hartarto.

Acara tersebut dibuka oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto dan dihadiri oleh Menteri Kebudayaan, Menteri Pariwisata, Menteri Luar Negeri, Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hj.Rahima Fachrori Umar dan para duta besar dari negara  tetangga.